Selasa, 22 November 2011

Atama warui...?

Kali ini gw akan menulis tentang simulasi micro teaching pada kuliah Metode Pengajaran Bahasa Jepang (*disingkat MPBJ). Semacam praktek mengajar bahasa Jepang di depan kelas gitu dan sumpah geje banget lah pokokmen. Dipilih tiap kelompok @2 orang: untuk mengajar donyu (1 orang) dan fukushu (1 orang). Bahan ajarnya diambil dari materi bahasa Jepang tingkat 1 yang dipilih oleh dosen pengampu mata kuliah ini, the nujums.

Kelas kami dibagi menjadi 16 kelompok (rada lupa gw, 15 apa 16 yah..) dan tiap minggunya hanya 2 kelompok yang maju. Untuk masing-masing kelompok mendapat jatah @30 menit untuk mengajar, yang berarti tiap orang punya waktu mengajar @15 menit. Urutannya: donyu → fukushu.

Sebenernya selama gw merhatiin beberapa simulasi micro teaching temen-temen angkatan gw, gw penasaran banget kenapa sebagian besar if not all temen-temen gw itu pada bagian intro mengajar, terutama yang bagian fukushu (mengulang, ath.), selalu mengatakan (kira-kira):

"Selamat pagi semuanya! Nah, *MINGGU LALU kan kalian sudah belajar blablabla pada waktu DONYU (materi, ath.) sama blablabla-sensei (→ adalah partner sendiri)..."
(* beberapa orang ada juga yang bilang KEMARIN)

Sungguh sebuah intro yang menggelikan buat gw. Jadi pengen nahan ketawa.

Padahal kenyataannya, donyu yang dimaksud itu dilaksanakan pada hari yang sama bahkan urutannya itu langsung sebelum fukushu.

...gw heran kenapa mereka ga bilang "TADI" atau "BARUSAN" aja? Buat gw sih lebih masuk akal dan lebih bisa dimaafkan ww

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

thanks for not giving any spam, junk, and flame comments~ (*‘ω‘ *)~♪