31 Mei adalah Hari Tanpa Rokok Sedunia. Mungkin semua orang tau fakta ini, tapi hanya sedikit yang benar-benar peduli.
Ada juga sih yang bilang Hari Tanpa Tembakau Sedunia, kalo gw pribadi sih gw lebih memilih menggunakan istilah Hari Tanpa Rokok Sedunia soalnya menurut gw kurang lebih hari peringatan ini cenderung mengimplikasikan ke rokok daripada tembakau.
Yang manapun ga masalah sih, yang mau gw omongin di postingan kali ini bukan soal itu juga sebenernya ww
Seperti yang udah gw tulis di awal kalimat, meskipun hari ini merupakan Hari Tanpa Rokok Sedunia banyak juga orang-orang yang skeptis soal itu terutama para perokok aktif juga kerabat (teramat) dekat dengan para perokok aktif tersebut. Orang-orang yang ayahnya atau pacarnya perokok misalnya?
Selama seharian ini, gw cukup memerhatikan tanggapan orang-orang soal hari peringatan ini dari beberapa status, tuit, maupun orang-orang yang gw temuin langsung di burjo sebelah kos gw. Kebanyakan sih emang ga gitu peduli soal ini.
Kalo boleh jujur, gw sendiri tidak mau membenarkan sebuah 'kebiasaan' yang namanya merokok. Alasan klisenya sih karena gw (sayang sekali) sebetulnya adalah seorang pengidap salah satu penyakit paru-paru sejak gw kecil. Karena itu, gw ga bisa terpapar terutama sama asap rokok.
Alasan lainnya karena gw ga bisa menemukan manfaat dari rokok itu sendiri. Period.
"Cara tercepat untuk merusak tubuh sendiri adalah dengan merokok."
Gw lupa itu pendapat siapa, tapi menurut gw pendapat itu bener. Ga perlu jadi seorang jenius untuk mengetahui kebenaran pendapat itu. Kalo mau bawa-bawa agama, di agama gw sih udah jelas banget ya tertulis di kitab suci kalo SEMUA tindakan merusak diri sendiri itu adalah dosa apapun bentuknya. Silakan sih kalo mau menabung dosa tapi kalo bisa menghindari tabungan dosa itu dengan berhenti merokok, kenapa ga?
Kebanyakan perokok aktif sering banget bikin dalih-dalih menggelikan untuk membenarkan tindakan salahnya. Dulu banget gw pernah baca beberapa tepisan dalih-dalih tersebut dari seorang motivator yang cukup gw respek. Tepisan-tepisan beliau menurut gw cukup pintar dan memang kena banget sih ww Gw agak-agak lupa gitu, tapi kira-kira seperti ini:
P (perokok): "Saya tau kalau merokok itu ga ada manfaatnya tapi sudah jadi kebiasaan sehari-hari. Sama pentingnya seperti makan dan minum."
M (motivator): "Kalau sudah tau itu kebiasaan buruk, kenapa tetap dilakukan? Anda punya akal kan? Bukan kebiasaan yang diubah, tapi 'mindset' soal kebiasaan itu. Merokok itu tidak ada manfaatnya jadi buat apa diteruskan?"
P: "Saya sebetulnya tidak mau merokok tapi kalo saya ga merokok, nanti saya diejek teman-teman. Dibilang ga keren dan payah."
M: "Masih banyak teman-teman lain bahkan orang-orang lain yang tidak anda kenal yang lebih menghargai anda yang tidak merokok, yang menurut saya jauh lebih keren."
P: "Saya hanya merokok kalau saya sedang stress. Saya merasa tenang kalo merokok."
M: "Masih banyak hal lain yang dapat membuat anda tenang ketika sedang stress selain merokok, berdoa pada Tuhan misalnya? Selain ketenangan hakiki, tubuh anda pun jadi semakin sehat karena tidak merokok. "
P: "Saya sudah mencoba untuk tidak lagi merokok tapi mulut saya terasa aneh kalo tidak merokok."
M: "Itu hanya efek sementara saja karena tubuh juga perlu penyesuaian. Coba makan makanan yang anda suka dan anda alihkan pikiran anda dengan memikirkan berapa banyak organ dalam anda yang anda selamatkan dengan tindakan anda berhenti merokok tersebut."
Itu hanya beberapa dalih yang sering dilontarkan oleh para perokok aktif. Biasanya sih dalih pamungkas mereka adalah sebagai berikut:
P: "Kalo semua orang berhenti merokok nanti perusahaan rokok akan bangkrut dan para buruh yang tidak sedikit jumlahnya akan kehilangan pekerjaannya."
M: "Jadi, anda lebih mementingkan nasib orang lain yang anda tidak kenal daripada kesehatan anda dan terutama keluarga terdekat anda yang sangat jelas menyayangi anda? Jika anda sangat memikirkan nasib buruh-buruh tersebut, daripada uang yang anda kumpulkan dihabiskan percuma dengan membeli rokok yang menurut saya tidak murah, kenapa tidak anda gunakan untuk membuka perusahaan sendiri kemudian mempekerjakan buruh-buruh tersebut di perusahaan anda? Tentunya bukan perusahaan rokok yang anda dirikan ya. Selain anda membuka lowongan pekerjaan bagi orang lain, perusahaan anda pun nantinya bisa diwariskan ke anak anda, anda dan keluarga pun lebih sehat tanpa rokok."
That is exactly what I called smart answer.
Perlu diketahui, motivator yang gw sebutkan itu adalah seorang pengusaha sukses di Indonesia. Gw belajar banyak hal dari beliau.
Biar para pembaca postingan gw ini ga nganggap gw cuma terlalu skeptis soal rokok, gw kasih tau aja sekalian kalo ayah gw itu adalah mantan perokok aktif dan (gw amat sangat menyayangkan) ibu gw saat ini adalah perokok aktif. Jujur gw sangat kaget karena sebenernya ibu gw belom terlalu lama jadi perokok aktif (lagi) dan gw ga tau apa yang menyebabkan ibu gw kembali jadi perokok aktif setelah sekian lama. Gw sayang banget sama ibu gw makanya gw jadi semakin maha skeptis sama rokok dan kepikiran untuk menulis postingan ini. Sampai hari ini, gw selalu berusaha untuk menghentikan kebiasaan merokok ibu gw.
Kalau kalian peduli sama (para) perokok aktif yang kalian sayang, kalian tentu ga akan membiarkan mereka merusak tubuh mereka sendiri dan menabung dosa di akhirat kan?
Have a nice day without tobacco~









