Jumat, 31 Mei 2013

Forever Say NO to Tobacco!

31 Mei adalah Hari Tanpa Rokok Sedunia. Mungkin semua orang tau fakta ini, tapi hanya sedikit yang benar-benar peduli.

Ada juga sih yang bilang Hari Tanpa Tembakau Sedunia, kalo gw pribadi sih gw lebih memilih menggunakan istilah Hari Tanpa Rokok Sedunia soalnya menurut gw kurang lebih hari peringatan ini cenderung mengimplikasikan ke rokok daripada tembakau.

Yang manapun ga masalah sih, yang mau gw omongin di postingan kali ini bukan soal itu juga sebenernya ww

Seperti yang udah gw tulis di awal kalimat, meskipun hari ini merupakan Hari Tanpa Rokok Sedunia banyak juga orang-orang yang skeptis soal itu terutama para perokok aktif juga kerabat (teramat) dekat dengan para perokok aktif tersebut. Orang-orang yang ayahnya atau pacarnya perokok misalnya?

Selama seharian ini, gw cukup memerhatikan tanggapan orang-orang soal hari peringatan ini dari beberapa status, tuit, maupun orang-orang yang gw temuin langsung di burjo sebelah kos gw. Kebanyakan sih emang ga gitu peduli soal ini.

Kalo boleh jujur, gw sendiri tidak mau membenarkan sebuah 'kebiasaan' yang namanya merokok. Alasan klisenya sih karena gw (sayang sekali) sebetulnya adalah seorang pengidap salah satu penyakit paru-paru sejak gw kecil. Karena itu, gw ga bisa terpapar terutama sama asap rokok.

Alasan lainnya karena gw ga bisa menemukan manfaat dari rokok itu sendiri. Period.
"Cara tercepat untuk merusak tubuh sendiri adalah dengan merokok."
Gw lupa itu pendapat siapa, tapi menurut gw pendapat itu bener. Ga perlu jadi seorang jenius untuk mengetahui kebenaran pendapat itu. Kalo mau bawa-bawa agama, di agama gw sih udah jelas banget ya tertulis di kitab suci kalo SEMUA tindakan merusak diri sendiri itu adalah dosa apapun bentuknya. Silakan sih kalo mau menabung dosa tapi kalo bisa menghindari tabungan dosa itu dengan berhenti merokok, kenapa ga?

Kebanyakan perokok aktif sering banget bikin dalih-dalih menggelikan untuk membenarkan tindakan salahnya. Dulu banget gw pernah baca beberapa tepisan dalih-dalih tersebut dari seorang motivator yang cukup gw respek. Tepisan-tepisan beliau menurut gw cukup pintar dan memang kena banget sih ww Gw agak-agak lupa gitu, tapi kira-kira seperti ini:

P (perokok): "Saya tau kalau merokok itu ga ada manfaatnya tapi sudah jadi kebiasaan sehari-hari. Sama pentingnya seperti makan dan minum."
M (motivator): "Kalau sudah tau itu kebiasaan buruk, kenapa tetap dilakukan? Anda punya akal kan? Bukan kebiasaan yang diubah, tapi 'mindset' soal kebiasaan itu. Merokok itu tidak ada manfaatnya jadi buat apa diteruskan?"

P: "Saya sebetulnya tidak mau merokok tapi kalo saya ga merokok, nanti saya diejek teman-teman. Dibilang ga keren dan payah."
M: "Masih banyak teman-teman lain bahkan orang-orang lain yang tidak anda kenal yang lebih menghargai anda yang tidak merokok, yang menurut saya jauh lebih keren."

P: "Saya hanya merokok kalau saya sedang stress. Saya merasa tenang kalo merokok."
M: "Masih banyak hal lain yang dapat membuat anda tenang ketika sedang stress selain merokok, berdoa pada Tuhan misalnya? Selain ketenangan hakiki, tubuh anda pun jadi semakin sehat karena tidak merokok. "

P: "Saya sudah mencoba untuk tidak lagi merokok tapi mulut saya terasa aneh kalo tidak merokok."
M: "Itu hanya efek sementara saja karena tubuh juga perlu penyesuaian. Coba makan makanan yang anda suka dan anda alihkan pikiran anda dengan memikirkan berapa banyak organ dalam anda yang anda selamatkan dengan tindakan anda berhenti merokok tersebut."

Itu hanya beberapa dalih yang sering dilontarkan oleh para perokok aktif. Biasanya sih dalih pamungkas mereka adalah sebagai berikut:

P: "Kalo semua orang berhenti merokok nanti perusahaan rokok akan bangkrut dan para buruh yang tidak sedikit jumlahnya akan kehilangan pekerjaannya."
M: "Jadi, anda lebih mementingkan nasib orang lain yang anda tidak kenal daripada kesehatan anda dan terutama keluarga terdekat anda yang sangat jelas menyayangi anda? Jika anda sangat memikirkan nasib buruh-buruh tersebut, daripada uang yang anda kumpulkan dihabiskan percuma dengan membeli rokok yang menurut saya tidak murah, kenapa tidak anda gunakan untuk membuka perusahaan sendiri kemudian mempekerjakan buruh-buruh tersebut di perusahaan anda? Tentunya bukan perusahaan rokok yang anda dirikan ya. Selain anda membuka lowongan pekerjaan bagi orang lain, perusahaan anda pun nantinya bisa diwariskan ke anak anda, anda dan keluarga pun lebih sehat tanpa rokok."

That is exactly what I called smart answer.

Perlu diketahui, motivator yang gw sebutkan itu adalah seorang pengusaha sukses di Indonesia. Gw belajar banyak hal dari beliau.

Biar para pembaca postingan gw ini ga nganggap gw cuma terlalu skeptis soal rokok, gw kasih tau aja sekalian kalo ayah gw itu adalah mantan perokok aktif dan (gw amat sangat menyayangkan) ibu gw saat ini adalah perokok aktif. Jujur gw sangat kaget karena sebenernya ibu gw belom terlalu lama jadi perokok aktif (lagi) dan gw ga tau apa yang menyebabkan ibu gw kembali jadi perokok aktif setelah sekian lama. Gw sayang banget sama ibu gw makanya gw jadi semakin maha skeptis sama rokok dan kepikiran untuk menulis postingan ini. Sampai hari ini, gw selalu berusaha untuk menghentikan kebiasaan merokok ibu gw.

Kalau kalian peduli sama (para) perokok aktif yang kalian sayang, kalian tentu ga akan membiarkan mereka merusak tubuh mereka sendiri dan menabung dosa di akhirat kan?

Have a nice day without tobacco~

Selasa, 30 April 2013

A Thought on Shingeki.

進撃の巨人 / Shingeki no Kyojin
Setelah di postingan sebelumnya gw sedikit membicarakan soal opening theme-nya, kali ini gw mau ngomongin soal anime-nya ufu~

Bagi gw ini adalah anime terbaik musim ini (Spring 2013). Episode pertamanya memang di luar dugaan gw dan cukup membuat gw shock nontonnya, mungkin itu karena gw belom baca karya aslinya (manga) sebelum nonton jadi gw ga tau apa-apa dan ga bisa menduga lalu menyiapkan mental untuk scene macam itu ww

...dan gw pun sependapat sama kebanyakan orang di internet yang mengatakan kalo scene itu emang seharusnya ada untuk memberikan impact terhadap cerita. 

Panic action fantasy. Itulah genre yang diberikan untuk anime ini.

Sesuai judulnya, karya ini bercerita tentang human struggle terhadap giant's oppression. Para raksasa (umumnya setinggi 6-7 meter) ini berburu manusia untuk dimakan hanya demi kesenangan. Para manusia kemudian membuat 3 lapisan wilayah yang dikelilingi tembok setinggi 50 meter untuk melindungi mereka dari para raksasa. 100 tahun mereka hidup dengan aman di dalam wilayah tersebut hingga suatu hari muncullah seorang raksasa yang tingginya melebihi tembok tersebut dan kemudian menghancurkan gerbang tembok bagian terluar sehingga para raksasa lainnya kemudian bisa berhamburan masuk ke dalam wilayah tersebut. 


Yang gw suka dari anime ini selain plot cerita yang apik dan juga mengajarkan banyak hal tentang kenyataan kehidupan adalah setiap karakter yang ada memiliki watak yang kuat sebagai individu dan terutama karakter utamanya, Eren Jaeger, mengalami character development yang menurut gw luar biasa. Dari seorang anak laki-laki berumur 10 tahun yang ga bisa apa-apa kemudian melihat ibunya meninggal di depan matanya (lebih tepatnya dimakan oleh raksasa) lalu dalam hati bertekad untuk membunuh setiap raksasa yang ada demi membalaskan rasa kehilangan ibunya. 




Dengan tekad yang kuat itu, Eren kemudian mendaftarkan diri pada perekrutan prajurit untuk bisa bergabung dengan Recon Corps, satuan divisi yang memiliki tugas untuk mencari tahu segala sesuatu tentang para raksasa di wilayahnya. Meskipun dibandingkan dengan yang lainnya Eren tidak memiliki kelebihan di suatu bidang, tapi dengan tekad dan determinasi yang terkuat diantara yang lainnya menjalani pelatihan dengan maha serius selama 5 tahun, pada saat kelulusan Eren termasuk 10 besar trainee terbaik.

Dari kiri ke kanan: top of class (1st rank) - 10th rank
Eren ada di peringkat kelima (; v ;)b

Eren adalah tipe karakter utama yang menurut gw paling 'masuk akal' secara manusiawi selama gw nonton maupun baca karya-karya yang memiliki karakter utama setipe ini. Keinginannya bisa dibilang cukup heroic dan idealis, tapi yang bikin gw kagum adalah pengarangnya mampu menjadikan Eren tidak terlihat seperti everyone's everyday-hero dan sanggup membuat para penikmat karya ini 'mendukung' Eren. Kemarin gw baca komentar-komentar soal Shingeki no Kyojin di internet, cukup banyak penonton cowok yang berkomentar positif soal Eren ww  

Sampe gw nulis ini, baru tayang empat episode dan sejauh ini gw cukup puas dengan pace ceritanya. Humornya memang sedikit tapi menurut gw penempatannya pas dan cukup menarik ww 

Jujur sih awalnya gw nonton ini cuma karena Yuutan jadi pengisi suaranya Eren. Tapi setelah empat episode ini, kalopun misalnya Yuutan ga kedapetan bagian di anime ini gw yakin kalo gw akan tetep suka. Gw berharap banget kalo Level Comic mau beli lisensi manga-nya untuk kemudian diterbitin di Indonesia. Gw pasti tanpa ba-bi-bu bakalan beli (> v <)/

Sabtu, 27 April 2013

Revo's Horizons

Hello!

Setelah kemarin-kemarin postingan gw cuma berisi kegalauan akut, kali ini gw pengen nulis hal yang menyenangkan.

Akhir-akhir ini gw lagi berada di bawah pengaruh Revo dan salah satu project-nya: Sound Horizon

Awalnya gw emang udah kenal dan ngefans Revo sejak denger kolaborasinya sama Haruka Shimotsuki, salah satu musisi doujin favorit gw. Gw juga udah tau soal keberadaan Sound Horizon dari lama tapi karena saat itu lagi fokus-fokusnya sama seiyuu jadinya ga sempet melulu mau nyari-nyari albums dan singles-nya #alibi

Jadilah seminggu terakhir ini gw baru bener-bener hunting. Dan memang sesuai sama apa yang dibicarakan orang-orang, Sound Horizon ini emang maha EPIC. Memang selera musik gw yang semacam Sound Horizon gini sih ya ww

Saat ini Revo juga punya project baru yaitu Linked Horizon.

Nah kalo yang ini, gw baru tau pas nonton anime "Shingeki no Kyojin" yang baru tayang awal April 2013. Alasan gw nonton anime ini jujur emang karena yuutan ngisi suara karakter utamanya ww

Pas gw pertama kali denger OP theme-nya, semacam langsung keinget sesuatu karena berasa kenal sama style musiknya dan jujur lagunya buat gw ear-catching. Biasanya di tiap opening dan ending suatu anime selalu dicantumin informasi mengenai pengisi theme-nya.


Pas pertama kali baca, fokus gw langsung ke bagian:

Lirik: Revo
Musik: Revo
Aransemen: Revo

dan seketika gw langsung bangun dari posisi rebahan gw dan ng-pause media player AVA untuk memastikan kalo gw ga salah baca hmff~

Cuma butuh 3 episode dan gw bisa langsung memutuskan untuk PO single-nya yang akan dirilis bulan Juli nanti ufuu~n
Untungnya lapak langganan buka PO untuk single ini (jadinya kan harganya ga terlalu mahal dibanding kalo gw order secara personal) karena ternyata si kakaknya juga pemujanya Sound Horizon dan Linked Horizon ww

Gak apa-apa deh sampe saatnya rilis nanti gw harus puas dengan dengerin versi TV size lagu ini tiap nonton Shingeki no Kyojin ww

Kamis, 25 April 2013

Deep inside.




screen captions are from Magi episode 21. All rights reserved.



How I wished even just one person is enough, telling that kind of words to me right now.
Sometimes, it's not pretty words that matters but words what I really wanna hear. 
Words which proved that I'm here standing alongside them despite everything.



...really, what am I saying? 

Minggu, 21 April 2013

No title.

Mereka bilang gw harus lebih peduli sama dunia di sekitar gw tapi apa mereka pernah mencoba peduli sama gw?
Mereka bilang gw terlalu menutup diri dan terjebak dalam pemikiran gw sendiri tapi apa mereka pernah memberi kesempatan pada gw untuk membuka diri dan membuka pemikiran mereka sendiri terhadap pemikiran gw?
Mereka bilang gw seharusnya memosisikan diri menjadi mereka tapi apa mereka pernah memosisikan diri mereka menjadi gw?
Mereka bilang gw tidak sadar telah membatasi dunia gw sendiri dan merasa tersingkir karenanya tapi apa mereka tahu kalau mereka pun tanpa sadar juga membatasi dunia mereka sendiri sehingga membuat beberapa orang merasa tidak 'layak' berada di dalam dunia mereka?

Jadi, apa yang membuat gw terlihat salah dan membuat mereka terlihat benar? 

Bukankah situasi ini sama seperti ketika sebuah magnet berkutub sama bertemu, saling tolak-menolak?
Gw 'menolak' untuk memahami filosofi mereka seperti mereka 'menolak' untuk memahami filosofi gw.
Seharusnya tidak ada penilaian (benar atau salah) disini menurut gw karena keduanya memiliki 'nilai' yang sama. 

Di mata mereka, gw terlihat salah. 
Di mata gw, mereka terlihat salah.

Ini merupakan filosofi individu jadi gw harap jangan melihat hal tersebut dari sisi sosial. Konteksnya jadi berbeda.

Gw nulis postingan ini dan apapun di akun-akun gw lainnya bukan dengan niat ingin berdebat. Can't a girl have her own random thoughts in her own private accounts? 

Jika memang ga sepaham, tolong diperhatikan bahwa gw ga pernah meminta ataupun memaksa dunia untuk memahami. Bedakan hal-hal tersebut dengan berharap... kecuali gw udah tidak diperkenankan lagi untuk berharap.
Kenapa tidak mencoba untuk mengabaikan saja selama hal itu ga secara nyata mengganggu kehidupan kalian?

Tapi jika mungkin ada yang merasa ofensif dengan postingan maupun filosofi kehidupan gw atau apapun yang tidak berkenan dari gw, gw harap lebih baik diselesaikan dengan dialog langsung tatap muka dengan gw atau minimal obrolan privat entah lewat sms/chat/telpon. Jadi semua bisa jelas dan tuntas tanpa dunia perlu tahu.